blackbutterfly_effected

Advertisements

Syawal di Bogor

Kaki saya yang sebenarnya cukup lelah, ditambah udara Bogor yang cukup panas tidak membuat rasa senang saya berkurang menyusuri meter demi meter kebun besar —yang pada kenyataanya adalah hutan— ditengah kota Bogor.

Meski bukan kali pertama saya berkunjung ke sini, tetapi rasa senang ketiga sepupu saya menambah daya tarik dari perjalanan singkat mengisi libur lebaran yang tinggal dua hari lagi ini. Rasanya saya kembali ke masa kecil dimana jauh sebelum desain menarik hati saya, menjadi insinyur pertanian adalah cita-cita saya. Melihat pohon-pohon yang usianya berlipat-lipat lebih tua dari usia Indonesia sendiri, dan warna-warna yang seolah dilukiskan di setiap kelopak bunga anggrek, membawa saya menjauh dari kepenatan selama ini sambil melangkah perlahan mengumpulkan dedaunan kering, biji pohon Meranti, dan hal-hal kecil yang saya niatkan sebagai materi di scrapbook saya nanti —kalau ada waktu luang.

Hampir lupa kalau Senin saya harus ke Jakarta untuk kembali ngantor. Hmm..

Begitu saya melihat ini tadi di tembok dekat pintu masuk Vanilla Kitchen and Wine, saya langsung foto. Kutipannya terdengar seperti mengintimidasi kaum wanita dengan mengasumsikan wanita sebagai faktor ‘penguras’ uang, tapi saya pribadi menyimpulkan bahwa kerja keras-lah yang menjadi hal terpenting untuk mendapatkan kepercayaan seseorang. Ya sangat cheesy memang, tapi buat saya cukup inspiring. Saya pengen bikin sedikit review tentang tempatnya juga, tapi mungkin di post selanjutnya.