Syawal di Bogor

Kaki saya yang sebenarnya cukup lelah, ditambah udara Bogor yang cukup panas tidak membuat rasa senang saya berkurang menyusuri meter demi meter kebun besar —yang pada kenyataanya adalah hutan— ditengah kota Bogor.

Meski bukan kali pertama saya berkunjung ke sini, tetapi rasa senang ketiga sepupu saya menambah daya tarik dari perjalanan singkat mengisi libur lebaran yang tinggal dua hari lagi ini. Rasanya saya kembali ke masa kecil dimana jauh sebelum desain menarik hati saya, menjadi insinyur pertanian adalah cita-cita saya. Melihat pohon-pohon yang usianya berlipat-lipat lebih tua dari usia Indonesia sendiri, dan warna-warna yang seolah dilukiskan di setiap kelopak bunga anggrek, membawa saya menjauh dari kepenatan selama ini sambil melangkah perlahan mengumpulkan dedaunan kering, biji pohon Meranti, dan hal-hal kecil yang saya niatkan sebagai materi di scrapbook saya nanti —kalau ada waktu luang.

Hampir lupa kalau Senin saya harus ke Jakarta untuk kembali ngantor. Hmm..

Advertisements

2 thoughts on “Syawal di Bogor

  1. Wow! fotonya keren2 bgt dek TW!
    btw kamu ga foto istana bogor beserta para menjangan? jdi nanti judulnya menjangan jangan bujangan.hehehe,

    kamu foto pake apa dek? SLR ato HP?keren loh. ciamiiik… teruslah menulis ya dek TW. salam bwat Zahra,Natya,Dhea(cieeee), Adry+Melinda.

    • Wahahaha si Koko nemu aje nih blog saya.. Pake SLR, ada di flickr tuh foto menjangannya sama istananya dikit klik aja foto pertama hehehe..

      Sudah disalamin ke Zahra nih kebetulan lg ada hahaha.. Makasih ya Koko Arnold sudah mampir ke blog saya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s