Nasib Blog

Saya mengenal internet sejak kelas tujuh.

Bagi kami murid SMP, internet merupakan dewa yang dapat menggiring kita ke arah kemajuan. Mau tanya dan cari apa saja, jawabannya internet. Mau cari teman dari seluruh dunia, jawabannya internet. Begitupun dengan hobi saya: Menulis. Internet menjadi jawaban dimana saya harus menulis kejadian sehari-hari saya karena tidak ada lagi tempat yang aman untuk menyimpan buku harian supaya terhindar seandainya ibu saya mengadakan sidak ke kamar.

Maka dimulailah perjalanan ngeblog saya di kelas delapan. Saat itu, blogging bukan hanya mainan untuk orang-orang yang senang menulis. Seperti twitter sekarang, kalo ga punya bisa dibilang nggak gaul. Dari situ apapun itu isinya, mulailah orang-orang menulis di blog.

Berbeda dengan sekarang, entah karena udah gak tren lagi, entah karena Raditya Dika udah jarang ngeblog saking sibuknya jadi stand up comedian, entah Poconggg udah lama terbongkar identitasnya lalu kemudian eksis di dunia hiburan dibanding dunia blogging, entah karena 140 karakter bagi orang-orang sudah cukup, atau karena memang semangat menulis orang-orang turun, saya sudah jarang menemukan blog yang aktif ditulisi —minimal sebulan sekali misalnya— dan yang paling saya rindukan adalah ritual blogwalking ke blog teman-teman dekat saya.

Saya kangen cerita sehari-hari teman dekat saya, saya kangen tulisan-tulisan yang menginspirasi, karena salah satu motivasi saya untuk menulis adalah semangat orang lain dalam menulis. Sekarang, bagaimana nasib blog kamu?

Advertisements

4 thoughts on “Nasib Blog

  1. Aduh tres, sedih sih emang frekuensi ngeblog pas smp-sma dulu jauh lebih tinggi dibanding sekarang. Beberapa hal yang bisa menjelaskan mungkin emang daya tarik dari twitter yang emg pas buat dimuntahin hasil pikiran pendek tanpa analisis lebih jauh dan tumblr yang rasanya bikin makin pasif.

    Atau, emg krn semakin dewasa rasanya emang semakin menutup diri, ga segamblang jaman sekolah dulu yang seenaknya ngumbar cerita. Kadang kalau mau nulis juga ujungnya nangkring di draft, atau krn kelewat personal akhirnya mental ke blog super-private 😐

    • Bener banget Rav, aku juga banyak nyimpen tulisan di draft.. Kadang, saking jarangnya nulis.. sampe susah nyusun kata-kata. Sedih ya.. Kamu yang rajin nulis ya Rav.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s