Mengingat Masa yang ‘Entah Kapan’

“pertama kali kita bertemu adalah di dekat rumahmu, di sebuah tempat makan di depan sebuah tempat berbelanja. tentu muka kita sama-sama merah, sama-sama lupa bagaimana harus bertingkah. nampak aku tenang dari luarnya namun dalamku bergejolak. rasa bercampur aduk, segalanya menjadi satu, berwarna-warni dan rasanya sangat indah. dan kini saat-saat itu terasa sangat berharga, sebuah kenangan indah yang…”

Risfan Badruss Salam, Muhammad

Baiklah, saya memang belum setua itu untuk di sebut ‘nostalgia’ atau ‘mengingat masa muda’. Tapi, membaca post dari seorang teman saya diatas, membuat saya ingat betapa menyenangkannya mengingat kesan pertama bertemu seseorang —tidak peduli itu someone special-nya kamu atau mungkin seseorang yang tidak pernah kamu sangka akan menjadi sahabat baik kamu bahkan mungkin, seseorang yang ternyata nantinya selalu bertentangan dengan ‘visi’ kamu.

Ada kalanya kembali mengingat kesan pertama, membuat saya merasa kenal lebih deket sama orang itu.

Meskipun suatu saat, kita tidak lagi berjalan seakrab dulu, berbagi cerita, atau saya sendiri sudah berhenti menjadi ramah.

*Image from here.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s