Brother

Setiap kali saya membuka jendela Yahoo Messenger lalu memulai percakapan dengan seseorang, saya rasa kami jauh lebih dekat dari biasanya.
Kami teman satu kelas. Kami duduk hanya terpisah beberapa meja. Tapi kalian tahu? Diantara kami, tidak ada pernah memulai pembicaraan yang lebih dekat.

Dia teman yang tidak banyak bicara. Dia bisa menjadi seorang yang memulai perbincangan dengan topik yang cerdas. Dia berpikir dengan sederhana dan tidak ingin semua hal dibesar-besarkan. Tapi, dia bisa menjadi seorang adik yang ‘kehilangan’ alamat yang ia tuju dan perlu kita tuntun untuk bisa sampai ke tujuannya. Saya menghargainya. Bahkan saya pikir, sosok seperti dialah yang mungkin bisa mengalahkan saya.
Meski dirasa tidak perlu, saya mencoba menjadi seseorang yang menuntunnya. Sebagai temannya. Sebagai Sahabat.

Entah disadarinya atau tidak, saya berusaha menjadi kakak yang menyayanginya.

*picture from here

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s