“Katanya cinta itu buta, tapi masih aja cari yang cantik.”
— Saya, sambil jeduk-jedukin kepala ke cermin.
— Saya, sambil jeduk-jedukin kepala ke cermin.
Filed under Daily Life, Quotes, Thoughts
SOPA atau Stop Online Piracy Act dan PIPA atau Protect IP Act merupakan Rancangan Undang-undang Amerika untuk hak cipta dan hak menindak langsung bagi individu pelanggar maupun situs yang diduga mengandung pelanggaran hak cipta.

Sebagai seseorang yang hampir menghabiskan kurang lebih 5 jam sehari berinternet, saya benar-benar panik dan khawatir. Jelas, karena dampak-dampak yang akan terjadi. Parah banget kan kalo nanti kalau RUU ini disahkan bakalan banyak web yang berpotensi di blokir karena diduga mengandung konten pelanggaran hak cipta.
Youtube yang berisi video penyanyi lipsync, blog yang berisi gambar, musik dan konten bisa dianggap piracy kalo nggak ada izinnya. Dampaknya, youtube, wordpress, wikipedia, twitter dan semua web yang biasa kita akses bisa-bisa di blokir.
Keputusan ini emang punya 2 sisi yang kontradiksi antara perlindungan terhadap hak cipta sebuah karya dan pembatasan informasi yang masuk.
Sekali lagi saya benar-benar khawatir kalau nanti saya nggak bisa lagi buat video yang pakai footage atau soundtrack kalo nggak pake izin. Atau saya nggak bisa blogging dengan bebas kalo mau mengacu sama satu referensi. Bahkan sharing file dalam situs seperti rapidshare dan semacamnya pun bisa masuk kedalam salah satu kasus SOPA.
Sejauh ini, megaupload udah menjadi korban pemblokiran. Apa kalian bakal membiarkan situs-situs lain diblokir satu persatu? Membiarkan referensi tugas sekolah, pekerjaan, dan hiburan kalian di hilangkan? Nah dari itu, saya pengen ngajak supaya kita gak cuma jadi pengguna internet yang pasif dan gak peduli sama isu ini, padahal setiap hari pegang handphone buat buka twitter, facebook, googling dan lain-lain. Cara yang bisa kita lakukan, minimal adalah mendukung dan ikut menyumbang suara dalam situs-situs petisi seperti ini: http://fightforthefuture.org/pipa/ atau ini http://americancensorship.org/ ingat Indonesia adalah negara pengguna internet terbesar ke-4, jadi satu suara dari setiap orang sangat berpengaruh!
Dalam sebuah pembicaraan yang random, temen saya Zahra Sausan mengeluhkan betapa borosnya seorang teman. Boros untuk sesuatu yang sangat tidak penting (menurut kita).
Zahra: “Kalo aing yang dapet duit segitu, udah aing pake buat sekolah di luar negeri kali.”
Ya, saya pernah juga pernah mikir kalo aja keinginan saya gak pernah tersandung hal yang sensitif ini. Uang. Dipikiran saya selalu aja kalo aja saya dapet uang sebanyak itu, saya bisa dapet blablabla.. (sambil nyebutin segala macem yang saya pengen).
Tapi, ada hal lain yang jadi bahan buat bersyukur di saat yang sama.
“Kalo uang itu udah ditangan saya. Semua hal yang saya pengen bisa saya dapet dengan cepet, terus saya ngapain?”
Emang berandai-andai gak banyak membantu.
Gak bisa dipungkiri, uang adalah satu masalah yang sensitif yang juga bisa menjadi motivasi kita buat melakukan suatu, ya kan? Gitu juga yang saya rasain. Disaat saya ingin dan butuh sesuatu, saya kerja untuk mendapatkannya. Ada usaha yang saya lakukan. Dan dari usaha itu ada proses belajar.
Oke, oke saya juga mikir sendiri: “kaya yang bener aja lu..” haha, setidaknya ini bisa diambil buat pelajaran saya. But anyway, intinya anggaplah kita udah punya rezeki yang udah pas dengan ‘porsi’nya (baik itu ilmu, materi dan lain sebagainya), tinggal kita mengaturnya mau jadi apa dan dipakai apa ‘porsi’ itu.
Filed under Daily Life, Inspires, Random, Thoughts

I always interested in interior design or rather I always love to decorate anything especially room. As you know that now I’m majoring in Visual Communication Design, I think (someday) I’ll need some personal space to work.. yea, something called studio. I dream of having a small-cozy-clean-with-bookshelves-as-one-of-its-wall (okay, that’s great enough) room where I can spend my time to work all day without feeling guilty of bothering others.
Yesterday, I found these great images on pinterest. What a great studio it was, I love the neatness, cleanness, the lighting, decoration, and also the arrangement were awesome. I hope and I promise to myself that I will build my very own studio in my very own house with my very own money. Amen to that.
Filed under Daily Life, Inspires, Interior, Share

Ragam hias yang mengacu kepada referensi gaya visual Art Nouveau dan motif Batik Garutan Rereng Pita Pangkah Bunga.
—
Geulis means beautiful in sundanese. This ornament actually made for my Design History assignment. Refer to Indonesian Batik (Batik Garutan Rereng Pita Pangkah) with a touch of art nouveau style. I chose art nouveau because I love decorative and vintage design. Well it’s not as complex as the real art nouveau but I kinda like my work. Hope you like it too hehe.
Filed under Artworks, Assignment, Illustration

“The pessimist compalins about the wind;
the optimist expects it to change;
the realist adjusts the sails.”
— William A. Ward
—
All the art of living lies in a fine mingling of letting go and holding on.
— Henry Ellis
—
Be careless in your dress if you will, but keep a tidy soul.
— Mark Twain
—

Serpihan-serpihan cahaya dari lubang hatiku,
aku lempar sedikit demi sedikit di pikiranmu.
Mengganggumu dengan huruf-huruf ku,
yang bermain ditelingamu.
Diam-diam menggali jiwamu untuk terus dekatku.
Meski tak mampu aku berada di arahmu,
aku merangkak untuk bisa menggapaimu.
Kau, bilang ‘ya’ dan ‘tidak’ dengan mengesankan.
Sedangkan aku cuma bisa berkata ‘ya’,
dengan ‘tidak’ku yang terkunci.
Inginku mengucap tidak.
Tidak.
Tidak.
Tidak.
Tidak.
Tapi,
Ya.
2 Mei 2011
Filed under Daily Life, Poetry
Paman saya yang seorang guru SMK, suatu hari melakukan razia handphone siswa-siswanya dan di handphone seorang siswi ditemukan foto dia lagi berbusana seronok. Entah kaya gimana fotonya, tapi Paman saya langsung memanggil orangtua siswi tersebut ke sekolah.
Paman: “Bu, ini gambar ini ditemukan di handphone anak ibu. Apa ibu tau?”
Ortu Siswi: “Iya.. anak saya teh memang pengen jadi artis Pak. Saya minta do’anya aja ya Pak. Kalo yang di handphone, itu cuma foto pribadi dia Pak.”
Saya langsung ngakak denger cerita itu, Paman saya sendiri saat itu heran banget kenapa bisa kaya gitu. Mungkin beginilah bentuk dukungan orang tua untuk cita-cita anak ya? Bingung.
Filed under Conversation, Daily Life